1

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., Kamis [16/05/2019], mengambil sumpah jabatan dan melantik Ketua Pengadilan Agama di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Medan. Acara yang berlangsung di Aula PTA. Medan tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan, Hakim Tinggi, pejabat struktural/fungsional PTA. Medan serta unsur pimpinan PA. se Sumatera Utara. Adapun Pejabat yang diambil sumpah jabatan dan dilantik tersebut adalah sebagai berikut :

  • H. Yayan Liyana Mukhlis, S.Ag, M.H. (Ketua PA. Kabanjahe)
  • Drs. Mhd. Nuh, S.H., M.H (Ketua PA. Stabat)
  • Masalan Bainon, S.Ag., M.H. (Ketua PA. Binjai)
  • H. S. Shalahuddin, S.H., M.H. ( Ketua PA. Gunungsitoli)
  • Rosyid Mumtaz, S.H.I., M.H. (Ketua PA. Tebing Tinggi)

Sebagaimana lazimnya pelantikan pejabat, acara yang dipandu oleh Ahmad Wahyudi Nasution, S.Th.I, S.H., berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Kabag Perencanaan dan Kepegawaian PTA. Medan, Muhammad Nasri, S.H., M.M., dan diakhiri dengan pemasangan kalung jabatan dan pengucapan pakta integritas dari masing-masing pejabat yang dilantik. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula serah terima jabatan dari Ketua PA. yang lama kepada Ketua PA. yang baru dilantik masing-masing satuan kerja.

2

Mengawali sambutannya, Ketua PTA. Medan mengucapkan selamat kepada ketua PA yang baru saja diambil sumpahnya sekaligus memberikan motivasi. “Anda sesungguhnya adalah pribadi-pribadi terpilih yang telah ditempa oleh waktu dan pengalaman, baik sebagai hakim yang dituntut memiliki kemampuan teknis yudisial dan integritas tinggi, maupun sebagai manajer yang harus mempunyai kualitas kepemimpinan dalam menata dan menggerakkan roda organisasi yang anda pimpin, guna mewujudkan Badan Peradilan Indonesia yang Agung”, ujarnya.

Lebih lanjut Ketua mengatakan, aspek teknis maupun non teknis, perlu mendapat perhatian yang lebih serius.

Dari segi teknis, beliau mengharapkan pembenahan penanganan perkara supaya jangan melebihi 5 bulan dan jangan ada sisa perkara lebih dari 10%. “Bagi pengadilan yang SIPP nya sudah hijau supaya dipertahankan dan ditingkatkan, yang masih kuning supaya dibenahi, saatnya pembaharuan pola fikir bagi mereka yang menganut pola lama, persidangan majelis masih dapat ditata sedemikian rupa, sehingga penanganan perkara selesai tepat waktu, demikian pula dengan perkara yang dijukan banding supaya tidak lebih satu bulan sudah harus dikirim ke Pengadilan Tingkat Banding, sebab kami di PTA sudah berusaha penanganan perkara hanya dua bulan, tegasnya.

3 4

Terkait aspek non-teknis, Ketua PTA. Medan juga mengharapkan pimpinan Pengadilan harus memperhatikan area-area yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Dalam pembenahan sebagaimana yang harus kita galakkan sekarang ini, yaitu Pembangunan Zona Integritas, mempertahankan Nilai Akreditasi Penjamin Mutu yang pernah kita raih, mempercepat penanganan perkara sebagai tuntutan SIPP, penataan PTSP, Website dan sebagainya. Selain itu, para Ketua Pengadilan, harus membenahi area-area, seperti sistem dokumentasi peradilan, manajemen pegawai, Sumber Daya Aparatur Peradilan dan proses peradilan, manajemen teknologi dan informasi, serta manajemen keuangan, pungkasnya.

Pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan dengan disaksikan oleh dua orang Hakim Tinggi PTA. Medan, yaitu Drs. H. M. Kamil Khatib, S.H., M.H. dan Drs. H. Mansur Muda Nasution, S.H., M.H. serta didampingi oleh Rohaniwan, Sagiran, S.Ag.

5

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Drs. H. Syofyan Sauri, S.H., M.H.  dan diakhiri sesi foto bersama. (Nas)

1

Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi menghadiri acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Pengadilan Tinggi Agama Medan. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 5 April 2019 pukul 14.00 WIB bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Medan.

5 4

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Medan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Kepala Kepolisian Daerah Sumut, Pangdam I Bukit Barisan, Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Ketua MUI Sumut, Komandan Lantamal I Sumut, Komandan Lanud Soewondo Sumut, Para Hakim Tinggi, pejabat Struktural dan Fungsional PTA Medan, Para Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se Sumatera Utara.

6

Acara Pencanangan Zona Integritas dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, pembacaan doa, pembacaan ikrar komitmen bersama, penandatangan ikrar komitmen bersama, pencanangan zona intergritas oleh Ketua PTA Medan, dilanjutkan dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas oleh Ketua dan saksi-saksi (Gubernur, Ketua DPRD, Kajati, Ketua PT, Kapolda, Pangdam, Ketua MUI dan Ombudsman RI, dilanjutkan dengan penekanan tombol oleh Gubernur Sumut, sebagai simbol resminya pencanangan zona integritas di lingkungan PTA Medan.

2

Dalam sambutannya, Gubernur Sumut menyampaikan apresiasi kepada PTA Medan dan jajarannya atas pencanangan pembangunan zona integritas. Gubernur berharap acara ini tidak hanya menjadi atau sekedar seremonial saja tetapi dapat diwujudkan dan direalisasikan oleh PTA Medan. Pemerintah sangat mendukung pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. Karena tujuannya baik, kinerja pemerintah akan semakin baik dan pelayanan kepada masyarakat menjadi maksimal.

3

Sementara itu Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumut yang telah berkenan hadir di PTA Medan disamping kesibukan beliau sebagai kepala daerah, beliau masih dapat meluangkan waktu hadir bersama kita. Ketua juga menyampaikan agar Pengadilan Agama yang belum mencanangkan pembangunan zona integritas segera merencanakan dan mempersiapkan pencanangan pembangunan zona integritas di satker masing-masing. Disamping itu juga agar pimpinan PA, membaca, memahami dan melaksanakan apa yang menjadi kebijakan Dirjen Badilag, implementasi SIPP, PTSP, APM, Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas, e-court, e-register, e-keuangan perkara dan lainnya harus menjadi prioritas dan perhatian pimpinan dan jajarannya untuk mewujudkannya. (amr)

1

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H. memberikan pembinaan di Pengadilan Tinggi Agama Medan. Pembinaan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 23 Maret 2019 mulai pukul 14.00 sampai selesai. Hadir dalam acara pembinaan tersebut, Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, Pejabat Fungsional dan Struktural serta Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan. Hadir juga Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se Sumatera Utara.

2

Acara pembinaan dibuka oleh Ketua PTA Sumatera Utara, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. Ketua PTA mengucapkan selamat datang kepada Pak Dirjen dan menyampaikan terima kasih karena disela-sela kesibukan beliau sebagai Dirjen berkenan hadir untuk memberikan pembinaan di PTA Sumut. Lalu Ketua membuka acara ini dengan membaca basmallah. Selanjutnya memberikan waktu seluas-luasnya kepada Pak Dirjen.

3 4

Dalam pembinaannya, Pak Dirjen menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

6

  1. Ketua Mahkamah Agung RI memberikan apresiasi terhadap PTA Medan dalam hal penyelesaian perkara, Ketua MARI selalu melakukan monitoring terhadap kinerja Pengadilan dalam hal penyelesaian perkara baik tingkat pertama maupun tingkat banding. Atas prestasi yang dicapai tersebut agar tetap dipertahankan dan ditingkatkan;
  2. Pemimpin itu harus dinamis, tidak statis dan pimpinan Pengadilan harus menerapkan 4 K :
    • Komunikasi ; pimpinan harus mampu berkomunikasi dengan baik ; komunikasi dua arah maupun komunikasi satu arah;
    • Koordinasi : pimpinan harus selalu melakukan koordinasi dengan bawahan, sub-sub bagian, maupun unit-unit kerja, maupun tim kerja;
    • Kerjasama : Pimpinan harus selalu menjalin kerja sama dengan bawahan. Kerjasama ini akan timbul dengan sendirinya apabila sudah terjalin komunikasi dan koordinasi dengan baik;
    • Komitmen : pimpinan harus mempunyai komitmen, sikap setia dan tanggungjawab terhadap organisasi yang dia pimpin;Kebijakan dan regulasi
  3. Kebijakan dan Regulasi Dirjen harus segera dibaca, direspon dengan cepat, dan segera diimplementasikan sehingga lingkungan Peradilan Agama tidak kalah dengan peradilan lainnya;
  4. SAPM/APM; seluruh Peradilan Agama baik Tingkat Pertama maupun Tingkat Banding telah 100 % melaksanakan implementasi SAPM yang sekarang menjadi APM;
  5. SIPP: Setiap minggu pada hari Jum’at Badilag akan memberikan penilaian terhadap kinerja penyelesaian perkara melalui SIPP; oleh karenanya PA di wilayah Sumatera Utara tidak boleh kalah dengan Peradilan wilayah lain dan kinerjanya harus mencapai 10 besar atau setidak-tidaknya berada di garis hijau;
  6. PTSP ; seluruh peradilan agama sudah harus melaksanakan PTSP, bagi PA yang belum diberi kesempatan sampai tanggal 31 April 2019;
  7. ZONA INTEGRITAS : sebanyak 208 Peradilan Agama akan bersaing untuk memperoleh penghargaan Zona Integritas, oleh karena itu PA di Sumatera Utara harus berkompetensi dan tidak boleh kalah dengan PA lainnya dalam meraih ZI menuju WBK dan WBBM, Pelajari Permenpan RI Nomor 52 tahun 2014 tentang Zona Integritas dan Standarisasi Pelayanan Peradilan (SK KMA N0. 026/2012);
  8. E-COURT; mengenai e-court wilayah Sumatera Utara masih kalah dibanding wilayah jawa tentang pelaksanaan e-court. Perkara e-court di PA Medan masih 56 perkara sedangkan di wilayah jawa sudah lebih dari 100 perkara ;
  9. WEBSITE ; agar Website di PTA Medan dan PA se Sumatera Utara ditingkatkan dari dibawah 100 % menjadi 100% dan di update;
  10. Pengadilan Agama agar menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan membuat MOU dengan Pemda untuk penanganan Istbat nikah;
  11. Peradilan Agama agar berlomba membuat inovasi baru untuk peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat;

5

Sekitar pukul 16.50 WIB, acara pembinaan Pak Dirjen Badilag ditutup oleh Ketua PTA Medan. (amr)

1

Menjelang akhir bulan Januari 2019, tepatnya 30 Januari 2019 Pengadilan Tinggi Agama Medan menyelenggarakan rapat koordinasi perdana bersama Ketua PTA yang baru. Bertempat di aula Hotel Grand Antares Medan Rakor dimulai pukul 14.00 WIB, dihadiri Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Pejabat Struktural dan Pejabat fungsional Pengadilan Tinggi Agama Medan. Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se Sumatera Utara. Agenda rapat kali ini adalah menyampaikan kebijakan Dirjen Badilag dan kebijakan PTA, juga evaluasi terhadap kinerja Pengadilan Agama se Sumatera Utara, dan Kebijakan Pengawasan, Pencanangan Zona Integritas dan peningkatan/pemantapan Kinerja SIPP di PA se Sumatera Utara.

3 4

Dalam hal evaluasi kinerja Pengadilan Agama se Sumatera Utara, PTA Medan memberikan reward berupa piagam penghargaan kepada Pengadilan Agama yang dinilai berprestasi dalam tahun 2018. Penilaian kinerja SIPP diberikan kepada (PA Tarutung, PA Gunungsitoli dan PA Balige) untuk kategori I (0-200 perkara), Kategori II (200-1000 perkara) diberikan kepada (PA Panyabungan, PA Pandan, dan PA Simalungun) untuk kategori III (diatas 1000 perkara) diberikan penghargaan kepada (PA Stabat, PA Lubuk Pakam dan PA Medan).

Penghargaan di bidang Pengelolaan Website diberikan kepada PA Stabat, PA Kabanjahe dan PA Kisaran, Kategori pengiriman berita di Website PTA diberikan kepada PA Gunungsitoli, PA Pematangsiantar dan PA Stabat. Untuk penilaian LKjIP diberikan kepada PA Stabat, PA Lubukpakam dan PA Simalungun.

Penghargaan di bidang pengelolaan BMN diberikan kepada PA Tarutung, PA Balige dan PA Pandan, untuk Penyerapan Anggaran DIPA 01 dan 04 diberikan kepada PA Medan, PA Stabat dan PA Tebing Tinggi. Penilaian ABS/SIKEP diberikan penghargaan kepada PA Lubuk Pakam, PA Pematangsiantar dan PA Kabanjahe. Sedangkan untuk Pengiriman berkas banding tepat waktu diberikan kepada PA Stabat, PA Tebing Tinggi dan PA Kisaran. Untuk penilaian Pengiriman Laporan Perkara diberikan kepada PA Tanjung Balai, PA Balige dan PA Stabat.

2

Dalam Rakor tersebut Ketua PTA Medan, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. menyampaikan agar PTA dan PA se Sumatera Utara melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Menjaga Integritas Pengadilan (yaitu dengan mentaati PPH, Kode Etik Hakim, PP, JS dan Pedoman Perilaku ASN);
  2. Meningkatkan profesionalisme di bidang tugasnya masing-masing;
  3. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, melalui PTSP, meja Informasi dan pengaduan;
  4. Penyelesaian perkara tepat waktu;
  5. Mengupload putusan tahun 2018 ke Direktori Putusan MA paling lambat 31 Januari 2019, putusan tahun 2017 paling lambat diinput bulan Februari 2019 dan putusan 2016 paling lambat akhir Maret 2019;
  6. Mempertahankan Nilai A Excellent bagi PA yang sudah APM, bagi PA yang nilainya B harus ditingkatkan menjadi A Excellent, sedangkan yang belum agar mempersiapkan diri untuk mengikuti Akreditasi Penjaminan Mutu Peradilan Agama.
  7. Pencanangan Zona Integritas diterapkan di masing-masing PA termasuk Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Peradilan dengan 6 area perubahan;
  8. E-court telah disiapkan sarananya oleh PA meskipun belum ada perkara melalui e-court;
  9. Pemberkasan Perkara banding jangan melebihi satu bulan dan harus dibuat SOPnya;
  10. Pemberkasan Perkara Banding, Kasasi dan PK menggunakan dokumen elektronik agar dipatuhi dan dilaksanakan;
  11. Dalam Pembinaan ke Daerah, Ketua partner dengan Sekretaris, Wakil Ketua partner dengan Panitera;
  12. Masalah Hakim Tunggal dapat dilakukan apabila ada izin dari Ketua MA melalui Badilag, perkara diatas 200 pertahun, dan Hakim tidak cukup 3 orang, kalau jumlah hakim 3 tetap hakim majelis, kecuali salah seorang hakim berhalangan dalam waktu yang lama, dapat bersidang dengan hakim tunggal;
  13. Perlu dibentuk 3 tim Satgas yaitu Satgas SIPP, Satgas Website dan Satgas SIMPEG/ABS/SIKEP supaya lebih focus;
  14. Tenaga IT harus dibina dan dibuat kader sehingga apabila tenaga IT mutasi sudah ada penggantinya.
  15. Kebijakan KPTA lama tetap berlaku sebelum ada kebijakan baru.

Sementara itu wakil Ketua PTA Medan Drs. H. Ahsin Abdul Hamid, S.H. menyampaikan tentang pengaduan dan pengawasan. Sekretaris PTA Medan H. Hilman Lubis, S.H., M.H. menekankan pentingnya penyerapan anggaran dan rencana penggunaan anggaran DIPA. Dan Panitera PTA Medan Drs. Kurthubi, M.H. sedikit menyinggung tentang Pencanangan Zona Integritas.

Dalam rakor tersebut juga diberikan kesempatan tanya jawab kepada peserta. Menjelang pukul 16.00 WIB rakor selesai dan ditutup. (amr)

1

Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pengadilan Tinggi Agama Medan menggelar acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018. Acara dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 5 Maret 2019 mulai pukul 090.00 s/d 12.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut, Pembina Koperasi Pengadilan Tinggi Agama Medan Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. (Ketua PTA Medan) dan. Drs. H. Ahsin Abdul Hamid, S.H, (Wakil Ketua PTA Medan).

2 3

Acara Pembukaan dipimpin oleh protocol Sekretaris Koperasi PTA Medan Drs. Ali Mukti Daulay, Dalam sambutannya, Ketua Koperasi, Drs. H. Mansur Muda Nasution, S.H., M.H. mengucapkan selamat datang kepada para undangan dan anggota koperasi dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran para anggota dan Pembina koperasi serta memohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan RAT tahun buku 2018. Ketua Koperasi tidak lupa meminta saran dan pendapat terutama dari para Pembina dan anggota koperasi demi kemajuan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) PTA Medan.

4

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan selaku Pembina Koperasi menyampaikan, ucapan selamat atas terselenggaranya RAT Tahun Buku 2018, koperasi PTA Medan perlu juga mengembangkan usaha, selain usaha simpan pinjam saja, tetapi perlu usaha lain yang menguntungkan koperasi, misalnya usaha fotocopy dan lainnya. Disamping itu koperasi perlu juga mencari tambahan modal, bisa melalui Bank, ataupun melalui badan lain yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah. Ketua juga menghimbau agar seluruh anggota berpartisipasi aktif dalam mengembangkan dan memajukan koperasi ini. Dengan mengucap Basmallah, RAT KPN PTA Medan Tahun Buku 2018 secara resmi dibuka, ujar ketua mengakhiri sambutannya.

Acara pembukaan telah selesai, dilanjutkan dengan acara RAT, Setelah memenuhi qorum, lebih dari 2/3 yang hadir, RAT dapat dilaksanakan. Pengesahan tata tertib telah diterima oleh anggota RAT, lalu dilanjutkan dengan Laporan pertanggungjawaban Pengurus dan Laporan Pertanggungjawaban Badan Pengawas. Banyak tanggapan yang diajukan oleh peserta RAT baik berupa pertanyaan, meminta penjelasan, maupun saran dan masukan demi perkembangan koperasi PTA Medan.

Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Tahun Buku 2019 telah dibahas dan disahkan oleh RAT. Ada peningkatan modal usaha yang diusulkan oleh anggota, yang sebelumnya simpanan wajib untuk Hakim dari Rp. 150.000,- disetujui menjadi Rp. 500.000,- dan Pegawai dari Rp. 50.000, menjadi Rp. 100.000,-

Dalam RAT tersebut juga dilakukan pemilihan penggantian antar waktu untuk Badan Pengawas, karena Badan Pengawas yang lama Ketua dan Anggota telah mutasi. Terpilih secara musyawarah mupakat, Ketua Badan Pengawas adalah Drs. H. Kamil Khatib, S.H., M.H., Sekretaris Amrani, S.H., M.M. dan Anggota Fakhruddin, S.H., M.H.

4

Setelah acara RAT selesai, Drs. H. Ahsin. Abdul Hamid, S.H., selaku Pembina Koperasi memberikan arahan dan menutup secara resmi RAT KPN PTA Medan Tahun Buku 2018.

Sesi yang ditunggu oleh anggota RAT adalah pembagian SHU yang tahun 2018 ini mengalami kenaikan dibanding tahun SHU RAT 2017. SHU tahun 2018 adalah sebesar Rp. 66.325.362,- Tahun 2017 SHU Rp. 56.821.197,- naik sebesar Rp. 9.504.165,. (amr)

  • 001uc-selamat.jpg
  • 002uc-selamat.jpg
  • 003uc-selamat.jpg
  • 004uc-selamat.jpg
  • 005uc-selamat.jpg
  • 006uc-selamat.jpg
  • 007uc-selamat.jpg