w3c201 

1

Pengadilan Tinggi Agama Medan sebagai Pengadilan Tingkat Banding merupakan kawal depan Mahkamah Agung Republik Indonesia disamping mempunyai tugas pokok juga mempunyai fungsi melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap jalannya peradilan baik teknis yustisial maupun administrasi umum (vide pasal 53 ayat (1), (2) dan (2) Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo. KMA Nomor 303 Tahun 1990.

Dalam rangka melaksanakan pembinaan dan pengawasan tersebut, agar pembinaan tetap berjalan meskipun di tengah merebaknya wabah virus corona (covid19), pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Medan menyelenggarakan teleconference dengan Pengadilan Agama se Sumatera Utara.

Pembinaan dan pengawasan melalui teleconference / media center /command center dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 13 April 2020 bertempat di Command Center Pengadilan Tinggi Agama Medan dan Pengadilan Agama se Sumatera Utara.

2 3

Pembinaan dibagi dua sesi, sesi pertama, PTA dengan 11 PA yaitu PA (Medan, Lubuk Pakam, Stabat, Kisaran, Rantauprapat, Simalungun, Binjai, Panyabungan, Sibuhuan, Tanjungbalai dan Sei Rampah) mulai pukul 9.00 WIB s.d. 10.45 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua teleconference PTA dengan 11 PA yaitu PA (Pematangsiantar, Tebing Tinggi, Sibolga, Kabanjahe, Gunungsitoli, Sidikalang, Balige, Tarutung, Kota Padangsidimpuan, Padangsidimpuan Kabupaten dan Pandan) mulai pukul 11.00 s.d. 12.30 WIB.

Meskipun dalam situasi pandemic Covid-19, Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Medan menginstruksikan kepada Pimpinan Pengadilan Agama se sumatera Utara agar tetap meningkatkan kinerja baik dibidang kepaniteraan terutama penanganan perkara maupun bidang kesekretariatan terutama pada penyerapan anggaran dengan tetap memperhatikan dan mengacu pada peraturan pemerintah dan surat edaran mahkamah agung tentang sistem kerja dalam situasi wabah Covid-19. Pimpinan pengadilan dipersilahkan mengatur secara teknis mekanisme kerja dengan memperhatikan:

  1. Social/physical distancing di lingkungan kantor;
  2. Mengenakan APD (masker dll);
  3. Melakukan pola hidup sehat dan kebersihan diri dan lingkungan secara menyeluruh;
  4. Menerapkan WFH (Work From Home) secara bergilir;

4

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. juga menyampaikan seremoni pelantikan hakim baru bagi Pengadilan Agama yang mendapat tambahan hakim  baru. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan hakim baru harus memperhatikan physical distancing dan protokoler kesehatan dalam rangka mencegah penularan Covid-19;

Dalam teleconference tersebut, setelah Ketua menyampaikan pembinaannya, Wakil Ketua PTA Medan Dra. Hj. Rosmawardani, S.H., M.H. juga memberikan pembinaan pada pimpinan PA se Sumatera Utara. Wakil Ketua menekankan pada segi pengawasan oleh pimpinan (sebagai atasan langsung) dan Hakim Pengawas Bidang, agar tetap melaksanakan fungsi pengawasannya.

Sementara itu Panitera PTA Medan, H. Abdul Wahid, S.H., M.Hum. menekankan pada pimpinan PA agar memperhatikan tentang batas waktu pengiriman berkas perkara yang dimohonkan banding, agar tidak melebihi batas waktu yang ditentukan yakni satu bulan, juga tentang laporan LIPA 23 dan 24. Sekretaris PTA Medan, H. Hilman Lubis, S.H., M.H. menyampaikan agar PA memperhatikan dan mempercepat penyerapan anggaran baik belanja barang maupun belanja modal.

Dalam teleconference tersebut, dialog interaktif dan komuniksi timbal balik antara pimpinan PTA dengan Pimpinan PA se Sumatera Utara berjalan lancar, santai dan serius. Banyak permasalahan yang disampaikan oleh PA untuk kemudian dicarikan solusinya.

Tepat pukul 12.30 acara pembinaan melalui teleconference ditutup dengan mengucap Alhamdulillah. (amr)

  • 001uc-selamat.jpg
  • 002uc-selamat.jpg
  • 003uc-selamat.jpg
  • 004uc-selamat.jpg
  • 005uc-selamat.jpg
  • 006uc-selamat.jpg
  • 007uc-selamat.jpg
  • 008uc-selamat.jpg
  • 009uc-selamat.jpg
  • 010uc-selamat.jpg
  • 011uc-selamat.jpg
  • 012uc-selamat.png
  • 013uc-selamat.png