w3c201 

Untitled-2

Jum’at, 29 Januari 2021, bertempat di Badilag Command Center, Ditjen Badan Peradilan Agama menggelar acara pembinaan integritas dan moralitas pegawai di lingkungan peradilan agama.

Drs. Mukhlisin, M.H., bertindak sebagai pembawa acara, Kabag Kepegawaian Ditjen Badilag menyampaikan, tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk memupuk kesadaran integritas dan moralitas pegawai di lingkungan peradilan agama agar selalu mengedapankan nilai-nilai luhur dalam bekerja. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat esolon II dan III dan IV Ditjen Badilag.

Dalam kesempatan kali ini, hadir sebagai pemateri, Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arif Hidayat, S.H., M.M.. ia menyampaikan materi berjudul Sukses Berintegritas Menuju WBK dan WBBM. dalam uraiannya, Sesditjen Badilag, menyampaikan beberapa hal terkait budaya kerja.

Untitled-3

“Dalam menjalani karir, kita harus memiliki Modal Dasar Integritas, yaitu: Melawan rasa takut; Mengenali potensi diri; Berani bermimpi; Berani melangkah; Berani berjuang habis-habisan dan Berani keluar dari zona nyaman.” Paparnya.

Menurutnya, hakikat dari Zona Integritas adalah Berani Keluar Dari Zona Nyaman dengan selalu menyertakan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap aktifitas yang kita lakukan agar kehidupan lebih bermakna dan bermanfaat bagi semeste. Itulah sejatinya integritas.

Mengakhiri paparannya, Sesditjen menyampaikan sebuah cerita tentang pentingnya untuk berani keluar dari zona nyaman dalam mengarungi kehidupan.

Untitled-1

Berani Keluar Dari Zona Nyaman: Kisah Elang Yang Terbang Tinggi

Suatu hari seorang raja mendapat hadiah dua ekor anak burung elang. Lalu dia berpikir, akan jadi lebih baik jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Ia pun memanggil pelatih burung yang kesohor di negerinya untuk melatih dua ekor anak elang ini. Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor bahwa seekor elang telah terbang tinggi dan melayang-layang di angkasa, namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya. Sang raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini, namun tidak ada yang berhasil melatih elang ini terbang.

Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tak kunjung bergerak dari dahannya. Kemudian sang raja bertemu dengan seorang petani yang ahli akan sifat elang, ia pun meminta bantuan petani itu. Keesokan harinya ketika sang raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi. Dengan penuh penasaran sang raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan. Petani menjawab, “Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapi”. Dahan itulah rupanya yang membuatnya selama ini merasa nyaman sehingga malas untuk terbang. Kita dilahirkan sebagai pemenang, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun ada di antara kita yang memegang terlalu erat rasa takutnya. Ia tak mau melepaskan ketakutan itu dan tak beranjak dari posisinya. Atau terkadang ia terlalu erat menggenggam zona kenyamanan, hingga takut dan tak mau melepaskannya.

Begitu banyak rasa takut terakumulasi dalam dirinya; takut capek, takut ditolak, takut kerja keras, takut mencoba, takut rugi, takut kerepotan, takut tak bisa berkembang, takut gagal, takut pindah, takut diejek, takut tak bisa, takut berinvestasi, takut prospek, takut sharing, takut belajar, takut mengembangkan diri, takut … Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri, tumbuhkan kekuatan dan rasa percaya diri kita, maka kita akan terbang tinggi. Kenali diri dan potensi kita karena takdir kita adalah menjadi seorang pemenang. Berani bermimpi, berani melangkah, berani berjuang habis-habisan. Sampai akhirnya kita sukses terbang tinggi.

Menutup acara, Dirjen Badilag, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. yang belakangan bergabung setelah mengikuti rapat pimpinan, menyampaikan, acara pembinaan integritas dan moral ini akan dilaksanakan setiap bulan sekali, dan akan menghadirkan pembicara-pembicara yang berkualitas. “Diharapkan kepada seluruh aparatur peradilan agama dimanapun berada, untuk selalu menjaga Integritas moral dalam menjalankan tugas-tugasnya”, demikian Dirjen Badilag menutup kata. (ahb)

  • 001uc-selamat.jpg
  • 002uc-selamat.jpg
  • 003uc-selamat.jpg
  • 004uc-selamat.jpg
  • 005uc-selamat.jpg
  • 006uc-selamat.jpg
  • 007uc-selamat.jpg
  • 008uc-selamat.jpg
  • 009uc-selamat.jpg
  • 010uc-selamat.jpg
  • 011uc-selamat.jpg
  • 012uc-selamat.png
  • 013uc-selamat.png
  • 014uc-selamat.png
  • 015uc-selamat.png
  • 016uc-selamat.png
  • 017uc-selamat.png
  • 018uc-selamat.png
  • 019uc-selamat.jpg