w3c201 
    logo wbkya

1

Dalam pembangunan zona integritas untuk meraih WBK/WBBM terdapat beberapa eviden yang harus diinput pada LKE. Eviden tersebut haruslah yang telah dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari, artinya bukan yang dibuat-buat apalagi hanya mencontoh satker lain. Dalam kaitan dengan hal tersebut, PTA Medan melaksanakan sosialisasi benturan kepentingan dan gratifikasi kepada seluruh PA dalam wilayah hukum PTA Medan secara zoom.

Sosialisasi yang digelar secara virtual tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at (25/03) di command center. Tampil sebagai nara sumber adalah Dr. H. Syaifuddin, S.H., M. Hum. Dalam sambutannya, Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan menyampaikan bahwa hakekat pembangunan zona integritas adalah terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan gratifikasi serta memberikan pelayanan yang prima. Oleh sebab itu, lanjutnya lagi, sosialisasi pembenturan kepentingan dan pengendalian gratifikasi sangat penting agar semua satuan kerja terbebas dari perbuatan yang tidak baik tersebut.

2

“Sosialisasi benturan kepentingan dan gratifikasi ini sangat penting agar terwujud pemerintahan yang bersih dan sebagai bukti dalam menginput eviden pada LKE,” ujar H. Abd. Hamid Pulungan. “Saya harap Bapak/Ibu dapat mengikutinya dengan baik sampai selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, nara sumber Dr. H. Syaifuddin, S.H., M. Hum menjelaskan tentang benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, benturan kepentingan adalah apabila ada kepentingan pribadi dalam pelaksanaan tugas yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran hukum. Misalnya, urainya lagi, seorang hakim dalam menangani perkara  mempunyai kepentingan atas proses perkara yang diperiksanya sehingga putusannya tidak sesuai dengan yang semestinya.

“Jangan ada benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari agar ketentuan yang berlaku ditaati dengan baik dan benar,” tandas peraih ISO ini.

Sementara dalam sosialisasi tentang gratifikasi, Dr. H. Syaifuddin, S.H., M. Hum menekankan pentingnya pemahaman gratifikasi. Sebab, katanya lagi, banyak pejabat yang menerima gratifikasi tanpa disadarinya dan hal yang seperti itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dirinya mencontohkan, seorang pimpinan mendapat gratifikasi sebagai ucapan terima kasih dari bawahan atas promosi jabatan atau mutasi ke daerah yang diinginkan.  “Seorang bawahan memberi uang kepada atasan sebagai ucapan terima kasih sehubungan dengan promosi atau mutasi adalah termasuk gratifikasi,” pungkas Dr. H. Syaifuddin, S.H., M. Hum. Sosialisasi benturan kepentingan dan gratifikasi berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 tersebut berakhir pukul 11.15 Wib.

Sebelum menutup  sosialisasi tersebut, Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan mengingatkan agar input eviden pada LKE paling lambat tanggal 31 Maret 2022. Akhirnya, sosilasi ditutup dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbil’alamin. (ahp)

1

Bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Medan, seluruh Aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan mengikuti rapat Koordinasi berdasarkan Surat Undangan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Nomor : W2.A/782/HM.01.2/III/2022  tanggal 22 Maret 2022. Rapat Koordinasi ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2022 yang diikuti oleh Seluruh Aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan. Rapat dimulai pada pukul 14.00 Wib. Agenda rapat kali ini adalah : Sosialisasi Budaya Kerja, Rapat Identifikasi dan Pemetaan Resiko, Sosialisasi SPIP dan Rapat Identifikasi dan Pemetaan Benturan Kepentingan.

3 4

Selanjutnya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Dr. H. Abd. Hamid Pulungan, S.H., M.H., mengemukakan bahwa Permenpan RB yang baru ini merupakan sarana bagi pemerintah dalam mengukur dan mengevaluasi institusi dalam melayani masyarakat dengan standar yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta Pelayanan yang berkelas dengan kecepatan waktu yang tepat dan terarah. Untuk itu mari sama-sama kita ikuti sosialisasi yang akan disampaikan oleh Narasumber Kita Hari ini yaitu Bapak Dr. H. Syaifuddin, S.H., M.Hum.

2

Dr. H. Syaifuddin, S.H., M.Hum.  (Nara Sumber).

 A.  Panduan budaya kerja :  
   Panduan Perilaku :  
 
  • Amanah : kami memegang teguh kepercayaan yang diberikan;
  • Kompeten : kami terus belajar dan mengembangkan kepribadian.
  • Harmonis : kami saling peduli dan menghargai perbedaan.
  • Loyal : kami berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara.
  • Adaftif : Kami terus berinovasi dan antusias dalam menggerakan ataupun menghadapi perubahan.
  • Kolaboratif : kami membangun kerja sama yang sinergis.
 
  5 (lima) Budaya Kerja :  
 
  • Catat yang akan dikerjakan, kerjakan yang dicatat.
  • Jangan benci terhadap orang melaksanakan tugasnya.
  • Hadir sebelum acara dimulai.
  • 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).
  • 5 R (rajin, rapi, ringkas, resik dan rawat).
 
  Tujuan Budaya Kerja.  
 
  • Memberikan pembeda yang jelas antara satu lingkungan kerja dengan lingkungan kerja yang lain untuk memunculkan ciri khas atau karakteristik suatu lingkungan kerja.
  • Sebagai bentuk dukungan untuk menyatukan komitmen, agar sesuai dengan visi dan misi suatu lingkungan kerja, bukan berdasar kepentingan pribadi atau individu.
  • Agar terjadi keselarasan dalam melaksanakan tugas dan kewenangan dalam suatu lingkungan kerja.
  • Untuk merekatkan hubungan profesional antara sumber daya manusia yang satu dengan yang lain.
 
B Sosialisasi SPIP  
  Pengertian SPIP adalah :  
  Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, penanganan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan  
  Unsur SPIP adalah :  
  Lingkungan Pengendalian.  
  a. Penegakan integritas dan etika.  
 

organisasi dengan maksud agar seluruh pegawai mengetahui aturan untuk berintegritas yang baik dan melaksanakan kegiatannya dengan sepenuh hati dengan berlandaskan pada nilai etika yang berlaku untuk seluruh pegawai tanpa terkecuali. Integritas dan nilai etika tersebut perlu dibudayakan, sehingga akan menjadi suatu kebutuhan bukan keterpaksaan. Oleh karena itu, budaya kerja yang baik pada instansi pemerintah perlu dilaksanakan secara terus menerus tanpa henti. Selanjutnya, dibuat pernyataan bersama untuk melaksanakan integritas dan nilai etika tersebut dengan menuangkannya pada suatu pernyataan komitmen untuk melaksanakan integritas. Pernyataan ini berupa pakta (pernyataan tertulis) tentang integritas yang berisikan komitmen untuk melaksanakannya.

 
  b. Komitmen terhadap kompetensi.  
  Selain itu, kompetensi yang merupakan kewajiban pegawai di bidangnya masing-masing. Komitmen yang dilaksanakan secara periodik tersebut perlu dipantau dan dalam pelaksanaannya.  
  c. Kepemimpinan yang kondusif.  
  kepemimpinan yang kondusif sebagai pemberi teladan untuk dituruti seluruh pegawai. Agar dapat mendorong terwujudnya hal tersebut, maka diperlukan aturan kepemimpinan yang baik. Aturan tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh pegawai untuk diketahui bersama.  
  d. Struktur organisasi sesuai kebutuhan.  
  struktur organisasi perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan dengan pemberian tugas dan tanggung jawab kepada pegawai dengan tepat.  
  e. Pendelegasian wewenang dan tanggungjawab.  
  Terhadap struktur yang telah ditetapkan, perlu dilakukan analisis secara berkala tentang bentuk struktur yang tepat  
  f. Kebijakan pembinaan SDM yang sehat.  
  Pembinaan sumber daya manusia yang tepat sehingga tujuan organisasi tercapai.  
  g. Peran APIP yang efektif.  
 

keberadaan aparat pengawasan intern pemerintah (APIP)

 
  h. Hubungan kerja yang baik.  
 

menciptakan hubungan kerja sama yang baik (sub unsur 1.8) diantara instansi pemerintah yang terkait.

 
  Penilaian Resiko  
 
  • Indentifikasi resiko.
  • Analisis risiko.
 
  Kegiatan Pengendalian.  
 
  • Review kinerja instansi pemerintah;
  • Pembinaan SDM;
  • Pengendalian pengelolaan sitem informasi;
  • Pengendalian fisik aset;
  • Penetapan dan review Indikator dan ukuran kinerja;
  • Pemisahan fungsi;
  • Otorisasi transaksi dan kejadian penting;
  • Pencatatan akurat dan tepat waktu;
  • Pembatasan akses sumber daya;
  • Akuntabilitas sumber daya;
 
  Dokumentasi sistem pengendalian intern;  
  Informasi dan Komunikasi.  
 
  • Sarana komunikasi.
  • Manajemen sistem informasi.
 
  Pemantauan Pengendalian Intern.  
 
  • Pemantauan berkelanjutan.
  • Evaluasi terpisah.
  • Tindak lanjut.
 

Demikian Rapat Koordinasi dan Sosialisasi ini dilaksanakan semoga dapat dipedomani dan dilaksanakan dengan baik. (Jas)

1

Bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Medan, seluruh Aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan mengikuti rapat Koordinasi berdasarkan Surat Undangan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Nomor : W2.A/760/HM.01.2/III/2022  tanggal 18 Maret 2022. Rapat Koordinasi ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 22 Maret 2022 yang diikuti oleh Seluruh Aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan. Rapat dimulai pada pukul 09.00 Wib. Agenda rapat kali ini adalah membahas tentang pemenuhan eviden dari 6 area Pembangunan Zona Integritas.

Dalam arahannya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan menyampaikan bahwa Pembangunan Zona Integritas ini harus dilakukan secara berkesinambungan. Pembangunan Zona Integritas bukan pekerjaan orang perorang, akan tetapi merupakan tanggangjawab kita semua. Hal yang perlu mendapat perhatian saat ini, bagaimana Pembangunan Zona Integritas di Pengadilan Tinggi Agama Medan terlaksana dengan baik dan bagaimana agar eviden-eviden Zona Integritas dapat kita penuhi dengan baik.

2

Narasumber Dr. H. Syaifuddin, S.H., M.H. menyampaikan, bahwa adapun 9 unsur/indikator yang dijadikan sebagai acuan pengukuran Survey Kepuasan Pencari Keadilan, yang meliputi :

  1. Kesesuaian Persyaratan Pelayanan
  2. Kemudahan Prosedur Pelayanan;
  3. Kecepatan Waktu dalam memberikan Pelayanan.
  4. Kewajaran biaya/tarif dalam pelayanan
  5. Kesesuaian Produk pelayanan.
  6. Kompetensi/kemampuan petugas
  7. Perilaku Petugas Pelayanan
  8. Kualitas sarana dan prasarana.
  9. Penanganan pengaduan pengguna layanan.
3 4

Semua komponen tersebut di atas harus didukung dengan eviden-eviden yang tepat sasaran, sehingga pelayanan Intern dan Extern dapat dilaksanakan dengan baik dan mudah. Kemudian Nara sumber juga menyampaikan bahwa dalam pembangunan Zona Integritas ini akan ada pemberian reward kepada aparatur yang baik dan mempunyai disiplin tinggi, disamping itu akan memberikan punishment kepada aparatus yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugas, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Demikian Rapat Koordinasi ini dilaksanakan semoga dapat dipedomani dan dilaksanakan dengan baik. (Jas)

1

Pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM telah menjadi kebutuhan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Ternyata, ZI ini telah merambah di semua lini pemerintahan, baik Kementerian/Lembaga maupun lembaga lainnya seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Begitulah. Bawaslu Sumatera Utara menggelar Rakor pembangunan zona integritas dalam rangka implementasi reformasi birokrasi Bawaslu se Sumatera Utara. Kegiatan yang dilaksanakan di Berastagi Cottage Kabupaten Karo tersebut berlangsung selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 15 – 17 Maret 2022. Pesertanya adalah Bawaslu Provinsi Sumatera Utara dan Bawaslu Kabupaten/Kota se Sumatera Utara yang dilaksanakan secara zoom.

Kepala Sekretariat Bawaslu Sumatera Utara Drs. Feri Mulia Siagian, M.Si. dalam laporannya menyebutkan, kegiatan implementasi reformasi birokrasi bertujuan untuk mewujudkan Bawaslu yang akuntabel dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Oleh sebab itu, urainya lagi, kegiatan tersebut sangat penting. Dirinya berharap, semua peserta dapat mengikutinya dengan baik sampai selesai.

Adapun yang menjadi nara sumber dalam perhelatan yang dilaksanakan di Kota Berastagi tersebut adalah salah seorang Hakim Tinggi PTA Medan yaitu Dr. H. Syaifuddin, S.H. M. Hum sesuai dengan surat Bawaslu nomor 0013/KA.02/K.SU/3/2022 tanggal 7 Maret 2022 tentang mohon menjadi nara sumber.

Dalam makalahnya yang berjudul Strategi Pembangunan Zona Integritas Satuan Kerja Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), H. Syaifuddin menguraikan tentang komitmen pimpinan. Dijelaskannya, komitmen pimpinan adalah mempertahankan keikutsertaan pimpinan puncak dalam organisasi yang ditunjukkan melalui kemauan untuk memainkan upaya tertentu atas nama profesi dan upaya manajemen perusahaan dalam melaksanakan tugas pokoknya.

“Sifat komitmen dimulai dari hati, komitmen diuji dengan perbuatan, komitmen membuka pintu menuju prestasi,” papar H. Syaifuddin yang berhasil meraih WBK ketika dirinya menjadi Ketua PA Bandung.

Diuraikan lebih lanjut oleh peraih Doktor dari UIN Sumatera Utara ini, ujian perbuatan diterapkan melalui SOP, Standar pelayanan dan Survey Kepuasan Masyarakat yang ditindaklanjuti.  Sedangkan pelayanan itu harus memenuhi standar pelayanan, penggunan teknologi informasi, inovasi pelayanan. “Buatlah pelayanan dengan mudah, cepat, tepat dan menggunakan teknologi informasi,” tandasnya menjelaskan.

Selain melakukan berbagai kegiatan yang terdokumentasi dengan baik, H. Syaifuddin juga mengingatkan pentingnya monitoring dan evaluasi. Monitoring bertujuan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana suatu kegiatan, melakukan identifikasi serta antisipasi permasalahan yang terjadi dan kemungkinan terjadi agar dapat segera diambil tindakan. Sedangkan evaluasi merupakan serangkaian kegiatan membandingkan antara realisasi masukan (input), keluaran (output) dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar. 

“Laksanakanlah monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan agar dapat diketahui kekurangannya dan segera ditindaklanjuti,” tutup H. Syaifuddin. (ahp)

1

PTA Medan selaku kawal depan Mahkamah Agung RI dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap PA selalu mendorong dan memberikan semangat agar dapat meraih penilaian yang tinggi dalam berbagai bidang sehingga menorehkan prestasi yang membanggakan. Pembinaan itu antara lain memberikan arahan supaya dilakukan penataan di setiap unit dengan sebaik-baiknya.

Dari hasil pembinaan yang dilakukan selama ini telah membuahkan hasil yang membanggakan. Antar lain adalah ada beberapa PA yang mendapat piagam penghargaan karena mendapat peringkat 1 (satu) dalam penilaian bidang yang ditentukan. Sebagai wujud penghargaan atas prestasi yang diraih, Ditjen Badilag MA RI memberikan piagam penghargaan. Dari beberapa kategori penilaian sepanjang tahun 2021, terdapat 2 (dua) PA dalam wilayah PTA Medan  yang menempati peringkat 1 (satu) yaitu PA Lubuk Pakam tentang Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) dan PA Sibuhuan tentang implementasi SIPP.

2

Lalu, pada saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Badilag dengan PTA seluruh Indonesia yang digelar di Hotel Harris Surabaya tanggal 13 – 15 Maret 2022, dilangsungkan penyerahan piagam penghargaan kepada PA yang meraih peringkat 1 (satu) pada setiap penilaian. Penyerahan piagam penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua MA Prof. Dr. H. Syarifuddin, S.H., M.H. yang didampingi Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Dr. H. Samsan Nganro, S.H., M.H. dan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. serta Ketua Kamar Agama Prof. Dr. H. Amran Suadi, S.H. M. Hum., M.M. dan Dirjen Badilag Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H.

Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap PA Lubuk Pakam dan PA Sibuhuan atas prestasi yang membanggakan ini. Dirinya berharap agar prestasi ini dapat dipertahankan supaya mendapatkan piagam penghargaan pada masa yang akan datang.

“Selamat dan sukses kepada PA Lubuk Pakam dan PA Sibuhuan yang telah menorehkan prestasi yang membanggakan sehingga mendapat piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua MA dan pimpinan MA lainnya,” ujar H. Abd. Hamid Pulungan dengan bangga.

Disebutkan oleh H. Abd. Hamid Pulungan, prestasi yang diukir oleh PA Lubuk Pakam dan PA Sibuhuan telah mengharumkan nama baik PTA Medan. Dirinya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kerja keras yang dilakukan selama ini. “Atas nama pimpinan PTA Medan saya menyampaikan terima kasih kepada PA Lubuk Pakam dan PA Sibuhuan atas dedikasi selama ini. Prestasi yang luar biasa,” katanya terharu.

 “Tingkatkan prestasimu agar meraih kemajuan dan lakukanlah yang luar biasa supaya mendapatkan hasil yang luar biasa,” tambahnya lagi memberikan semangat. (ahp)

PTSP Online

logo ptsp

Meja Informasi Online

meja informasi2

Indeks Hasil Survei

ikm ipk

Jam Layanan

JAM

 

Jam Layanan Ramadhan

jampuasa

 

Statistik

Hari ini
Minggu Ini
Bulan Ini
TOTAL
54
2392
19563
500053

12.81%
21.46%
3.09%
2.81%
0.02%
59.80%

Alamat IP Anda: 3.235.24.113

Visitor Counter

Free counters!

  • 0025uc-selamat.png
  • 026uc-selamat.png
  • 027uc-selamat.png
  • 028uc-selamat.png
  • 029uc-selamat.png
  • 030uc-selamat.png