w3c201 
    logo wbkya

IMG 9957

Badilag, 12 Juli 2022

Bertepatan hari Selasa, tanggal 12 Juli 2022, pukul 08.00 Wib bertempat di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI Jl. A.Yani, Kavling 58 Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. Dirjen Badilag selaku Ketua DKM Masjid Al Ikhlas Sekretariat Mahkamah Agung RI didampingi oleh Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Badilag, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. Sekretaris Ditjen Badilag, Dr.Nur Djannah Syaf, S.H., M.H. serta dihadiri Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI serta Sekretaris Miltun Mahkamah Agung RI dan para Hakim Bawas memimpin acara pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun 1443 Hijriyah.

Dalam sambutannya Dr. Drs. H. Aco Nur. S.H., M.H. menyampaikan bahwa setiap insan mukmin harus mampu menterjemahkan dan meneladani dari kisah pengorbanan Nabi Ibrohim Alaihi Salam ke dalam kehidupan sehari-hari seorang mukmin.

Kita semua harus bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kita semua, terlebih dalam kondisi saat ini. Dalam momentum Idul Adha tahun ini kita harus mengimplementasikan makna Idul Adha dengan saling berbagi, saling mencintai, berempati satu dengan yang lainnya, imbuh Aco Nur.

Kita sebagai muslim yang taat tentunya harus mentaati perintah Allah dalam beribadah yang menjadi kewajiban setiap muslim dan mukmin, karena ibadah kurban merupakan salah satu ibadah wajib bagi setiap umat muslim yang mampu melaksanakannya. Melaksanakan ibadah kurban menjadi cara kita dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga sebagai bentuk ketaatan kita atas perintahNya.

IMG 9974

Aco Nur bersyukur tahun ini Hari Raya Idul Adha mengalami peningkatan jumlah peserta yang ikut berkorban dengan jumlah hewan kurban 7 ekor Sapi, serta Aco Nur berharap bahwa tiang ikatan hewan kurban yang berada dibelakang kantor Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI berjumlah 11 dan berharap agar tahun mendatang tiang –tiang tersebut terisi penuh dengan hewan kurban, dalam hal ini penyembelihan hewan kurban serta pendistribusian dikoordinir oleh Masjid Al Ikhlas, Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI. Hewan kurban yang telah disembelih tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya yang terdiri dari masyarakat sekitar Kantor Sekretariat Mahkamah Agung RI dan para mustahiq lainnya.

Dalam pelaksanaannya, ibadah kurban memiliki hikmah tersendiri yang bisa kita petik sebagai seorang muslim yaitu mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS, Meraih Ketakwaan, sebagai Syiar Islam, dengan berkurban setelah sholat Idul Adha merupakan tanda keislaman dan bentuk ketaatan kita terhadap Allah SWT. Bagi muslim yang mampu maka kurban adalah ibadah wajib dilakukan.

IMG 9861

Diakhir sambutannya, Aco Nur mengajak para jamaah masjid Al Ikhlas dan seluruh warga kantor Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI agar terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketaatannya kepada Allah SWT terlebih dalam kondisi saat ini kita harus lebih taqorub kepada sang Pencipta dengan mengikuti apa yang telah disyariatkanNya dengan baik dan benar. (abj)

image001

Jakarta-Badilag (01/07/2022), Diskusi Teknis Yustisial Badilag kali ini menghadirkan hakim agung Kamar Agama Mahkamah Agung RI, YM. Dr. Edi Riadi, S.H., M.H. sebagai pembicara. Kegiatan yang secara rutin dilaksanakan satu bulan sekali pada hari jum’at ini dibuka langsung oleh Dirjen Badilag Dr. Aco Nur, S.H.,M.H. yang didampingi Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. sebagai moderator. Acara ini diikuti secara interaktif melalui aplikasi Zoom oleh seluruh pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama.

Diskusi juga bisa diikuti secara langsung melalui Chanel Youtube Ditjen Badilag karena disiarkan secara live streaming.

Berdasarkan Laporan Tahunan Mahkamah Agung, setiap tahunnya perkara Kewarisan yang masuk ke pengadilan agama semakin meningkat.Tahun 2019, 1.614 perkara, tahun 2020, 1.684 perkara dan tahun 2021, 2.031 perkara.

Hal ini menunjukkan persoalan di lapangan semakin komplek, sehingga menyebabkan sengketa pembagian waris semakin banyak. Dari sekian banyak perkara waris yang masuk ke pengadilan tingkat pertama tersebut, kurang lebih 10%nya naik sampai tingkat kasasi. Yaitu tahun 2019, sebanyak 162 perkara, tahun 2020, 143 perkara dan tahun 2021, 148 perkara.

IMG 0913

Pelaksanaan bimbingan teknis secara daring ini merupakan bagian dari upaya Ditjen Badilag untuk meningkatkan kemampuan para hakim dalam menangani perkara kewarisan, agar keadilan bisa dirasakan oleh masyarakat pencari keadilan. Dalam sambutannya Dirjen Badilag menekankan keseriusan peserta untuk mengikuti kegiatan ini, “Hakim pengadilan agama harus mampu mengurai persoalan ini dengan baik, dan mampu menyelesaikan perkara ini dengan profesional” ungkapnya.

Diskusi dimulai dengan pemaparan pendapat para peserta mengenai satu berkas perkara kewarisan yang sudah dibagikan beberapa hari sebelumnya dan kemudian didiskusikan setiap bagiannya. Setelah diskusi oleh para peserta YM Dr. Edi Riadi, S.H., M.H. kemudian menyampaikan paparan mengenai setiap tahapan dalam penanganan perkara waris: Penentuan Pihak, Keaktifan Hakim, Pembebanan Pembuktian, Penerapan Hukum dan Amar Putusan.

Papaparan kemudian dilanjutkan tentang piramida penerapan hukum, dimana berada di posisi puncak adalah Nilai Moral yang memuat norma hukum yang terdapat dalam Al Qur’an, Hadits, Filsafat dan lain-lain, yang bersifat permanen dan berlaku dimana saja dan kapan saja. Setelah nilai moral, Norma Yuridis berada di posisi di bawahnya, yaitu hukum dan ketentuan undang-undang, dan yang terkahir dan berada di dasar piramida adalah Fakta Sosiologis, yaitu fakta yang diperoleh dari hasil pembuktian dalam persidangan dan fakta yang berkembang di masyarakat. (ahb)

IMG 0784

Bertempat di ruang Badilag command Center Lt.6 Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI, Rabu 29 Juni 2022, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H.,M.H. membuka secara resmi kegiatan Fit and Proper Test secara Virtual Calon Pimpinan Pengadilan di lingkungan peradilan agama. Pelaksanaan acara pembukaan secara virtual ini turut dihadiri pejabat Eselon II dilingkungan Ditjen Badan Peradilan Agama, Ketua Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar’iyah Aceh se- Indonesia, dan peserta Fit and Proper Test Calon Wakil Ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Wakil Ketua Pengadilan Tingkat Pertama (Kelas 1A, Kelas 1B dan Kelas II) di lingkungan peradilan agama.

Acara ini disiarkan secara langsung (live streaming) melalui channel youtube Ditjen Badan Peradilan Agama MA RIsehingga dapat disaksikan secara langsung oleh publik aparatur peradilan agama di seluruh Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diliput oleh Kompas TV.

Ini adalah tahun ketiga Ditjen Badilag menyelenggarakan ujian profile assessment dan fit and proper test secara virtual bagi calon pimpinan pengadilan di lingkungan peradilan agama sejak tahun 2020. Pada tahun 2020 ada 398 peserta, tahun 2021 ada 357 peserta dan tahun 2022 ini ada 347 peserta.

 

IMG 0884

Ada hal baru pada fit and proper test pada tahun ini, berupa tambahan 2 materi ujian baru yaitu materi ujian Menghafal Ayat Suci Al Quran dan materi ujian Praktek Penguasaan Teknologi Informasi

Dalam sambutannya, Dirjen Badilag menekankan aspek pengelolaan SDM berbasis kompetensi. “Badilag mempunyai mekanisme yang terukur dan akuntabel dalam menilai dan mensupervisi kinerja satker di seluruh Indonesia. Oleh karenanya Bapa Ibu sekalian patut berbangga dipanggil untuk mengikuti tes kali ini. Harapan saya, Bapa Ibu sekalian dapat menyebarkan prestasi dan etos kerja yang telah dicapai sebelumnya kepada satuan kerja baru dimana Bapa Ibu sekalian nanti akan ditempatkan, untuk mewujudkan peradilan agama yang modern dan terpercaya” Demikian ungkapnya.

Menciptakan Pimpinan Pengadilan Yang Profesional

Dalam Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035, ditegaskan bahwa salah satu prasyarat terwujudnya visi Terwujudnya Badan Peradilan Yang Agung adalah adanya system manajemen tata Kelola dan pembinaan SDM yang kompeten dengan kriteria obyektif, sehingga tercipta hakim dan aparatur peradilan yang berintegritas dan professional. Sistem manajemen yang dimaksud adalah Manajemen SDM Berbasis Kompetensi (Competency Based Human Resources Management).

IMG 0832

Dalam sistem ini kompetensi menjadi elemen kunci dalam pengelolaan dan pengembangan SDM.Pengembangan dalam sistem manajemen ini meliputi:

  1. Rekrutmen dan seleksi berbasis kompetensi;
  2. Pelatihan dan pengembangan berbasis kompetensi (termasuk untuk kepentingan rotasi, mutasi dan promosi);
  3. Penilaian kinerja berbasis kompetensi;
  4. Remunuerasi berbasis kompetensi;
  5. Pola karir berbasis kompetensi.

Seluruh proses penilaian hakim dan aparatur peradilan akan menggunakan kompetensi sebagai kriteria/parameter penilaian. Proses penilaian digunakan dalam rekrutmen dan seleksi jabatan, dan penentuan rotasi, mutasi, promosi, penentuan serta kebutuhan pelatihan maupun penilaian kinerja.

Salah satu misi Mahkamah Agung terkait dengan SDM adalah Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Badan Peradilan. Pemimpin pengadilan mempunyai peran yang sangat krusial dan menentukan akan kinerja suatu pengadilan. Kecepatan gerak perubahan peradilan sangat ditentukan oleh pemimpin.

Untuk membangun institusi yang lebih kuat dan sistem peradilan yang lebih efektif. Pemimpin pengadilan harus mampu memahami dengan baik fungsi dan tugas pokok lembaganya, tidak hanya dalam menerima, memeriksa dan memutus perkara, namun juga dalam manajemen peradilan dan pelayanan publik. (ahb)

image001

Senin 28 Juni 2022 Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama melakukan Sosialisasi Penerapan Kriteria Imkanur Rukyah Baru MABIMS bertempat di BCC Ditjen Badilag. Dirjen Badan Peradilan Agama membuka kegiatan ini dilanjutkan Kepala Subdit Syariah Daud Al Wadud, S.E., M.M. yang mewakili Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama.

Materi sosialisasi di sampaikan oleh Drs. H. Wahyu Widiana, M.A. Mantan Dirjen Badilag periode 2005-2012 yang saat ini aktif di lembaga Lembaga Australia Indonesia Partnership for Justice Program (AIPJ) dan Dr. H. Asadurrahman, M.H., Anggota bidang Kepakaran Badan Hisab Rukyat Kementrian Agama yang saat ini bertugas sebagai Hakim PA Cibinong dihadirkan sebagai narasumber dan sosialisasi ini diikuti oleh 65 satker secara daring.

image003

Drs. H. Wahyu Widiana, M.A. memaparkan untuk kriteria Imkanur rukyat lama saat matahari terbenam, minimum tinggi Hilal 2 derajat, Elongasi 3 derajat, umur Hilal 8 jam dan untuk kriteria Imkanurrukyat baru saat matahari terbenam, minimum Tinggi Hilal 3 derajat dan Elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan kesepakatan MABIMS 2019 namun baru diberlakukan di Indonesia sejak Ramadhan 1443 H/Mei 2022.

Selanjutnya dijabarkan data menjelang zulhijjah 1443 H di Banda Aceh Tangal 29 Zulkaidah 1443H/29 Juni 2022 Tinggi Hilal 3,2 derajat , Elongasi Hilal 4,97 deraja dan masih bawah kriteria MABIMS yang dapat menimbulkan potensi perbedaan.

image005

Dr. H. Asadurrahman, M.H., menjelaskan pembentukan Kriteria Imkanur Rukyah Baru MABIMS dan mengingatkan para hakim saat bertugas membawa surat Edaran yang dikeluarkan Ditjen Badilag nomor 2084/DJA/HM.00/3/2022 tanggal 28 Maret 2022 perihal Isbat Kesaksian Rukyat Hilal Awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1443 H sebagai pedoman dalam melaksanakan sidang Isbat 1 Zulhijah 1443 H yang akan dilaksankan tanggal 29 Juni 2022.

Jumat, 17 Juni 2022, Bertempat di Badilag Command Center, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H.,M.H. membuka secara resmi sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Bimtek Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis Peradilan Agama secara daring. Bimtek yang diikuti sekitar 3091(tiga ribu Sembilan puluh satu) peserta di lingkungan PTA/MS di seluruh Indonesia ini mengambil tema“Temuan Problematika Penerapan Hukum Acara dalam Berkas Kasasi dan Peninjauan Kembali” dengan narasumber Yang Mulia Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H (Hakim Agung Kamar Agama, Mahkamah Agung Republik Indonesia).

Dirjen Badilag dalam sambutan dan pembinaannya menyampaikan pentingnya kegiatan Bimtek ini untuk tenaga teknis peradilan agama. Kegiatan ini sudah dirancang jauh hari dan dipersiapkan secara matang oleh Ditjen Badilag, dengan proses yang panjang juga dapat menghadirkan narasumber YM. Dr. H. Purwosusilo, S.H.,M.H. (Hakim Agung Kamar Agama), semua ini semata-mata demi meningkatkan kualitas tenaga teknis Peradilan Agama. Sejumlah Program Ditjen Badan Peradilan Agama dalam meningkatkan kualitas aparatur juga tidak kalah pentingnya diantaranya adalah: pengiriman Hakim ke Luar Negeri, pelaksanaan Bimtek skala nasional maupun per zona, penyelenggaraan Webinar dengan menghadirkan  narasumber maupun tokoh-tokoh yang memiliki keilmuan dibidangnya hingga pemanfaatan berbagai macam tawaran beasiswa yang dapat diakses langsung oleh tenaga teknis peradilan agama. 

Dirjen Badilag juga menekankan aparatur peradilan agama agar selalu bekerja demi kepentingan “umat” dengan bekerja sesuai aturan yang telah dipedomani sehingga membawa manfaat untuk masyarakat dan peradilan agama. Dirjen Badilag juga berpesan kepada seluruh aparatur peradilan agama agar selalu meningkatkan kemampuan diri dengan ilmu yang didapat dari pelaksanaan Bimtek, Webinar maupun kegiatan pengembangan diri lainnya. “ Jika ada ilmu yang dihadirkan maka bersegera dan bersemangatlah menjemputnya” imbuh beliau. Di akhir sambutannya Dirjen Badilag menyampaikan penghargaan dan terimakasih setinggi-tingginya kepada narasumber YM. Dr. H. Purwosusilo, S.H.,M.H. (Hakim Agung Kamar Agama) yang telah berkenan hadir dan memberikan ilmu yang bermanfaat untuk seluruh aparatur peradilan agama dan berpesan agar seluruh peserta Bimtek mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kemampuan dan keilmuannya.

Dalam kesempatan presentasi materi yang dibawakan narasumber YM. Dr. H. Purwosusilo, S.H.,M.H. dan di moderatori oleh Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. (Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama) beliau menyampaikan beberapa hal yang menarik terkait tema “Temuan Problematika Penerapan Hukum Acara dalam Berkas Kasasi dan Peninjauan Kembali”, diantaranya yang beliau temukan adalah tentang Eksepsi Kompetensi Relatif Tanpa Jawaban Pokok Perkara, Penerapan Eksepsi Kompetensi Relatif, Kapan Hakim Menjatuhkan Putusan Yang Dinilai Kabur, Akta Autentik Tidak Ada Aslinya,  dan Penerapan Sumpah Decissoir. Kesemua temuan tersebut beliau hadirkan sebagai bahan diskusi yang amat menarik, sesekali dalam pembahasan temuan tersebut beliau meminta para peserta untuk menyampaikan jawaban serta argumennya sehingga para peserta Bimtek menjadi bersemangat untuk mengekspresikan kemampuan berpikir terkait point-point materi diskusi tersebut. (H2O)

PTSP Online

logo ptsp

Meja Informasi Online

meja informasi2

Indeks Hasil Survei

ikm ipk

Jam Layanan

JAM

 

Statistik

Hari ini
Minggu Ini
Bulan Ini
TOTAL
394
4602
14104
565434

11.67%
20.77%
2.84%
2.51%
0.04%
62.18%

Alamat IP Anda: 44.210.132.31

Visitor Counter

Free counters!

  • 0025uc-selamat.png
  • 026uc-selamat.png
  • 027uc-selamat.png
  • 028uc-selamat.png
  • 029uc-selamat.png
  • 030uc-selamat.png
  • 0031uc-selamat.png
  • 0032uc-selamat.png
  • 0033uc-selamat.png
  • 0034uc-selamat.png